Jelajah Curug Bantul #2 Curug Banyunibo

Jelajah Curug Bantul #2 Curug Banyunibo

Melanjutkan perjalanan dari Curug Jurang Pulosari di Sendangsari Pajangan Bantul Yogyakarta, Dolanmaning melipir ke Dusun sebelah untuk menyambangi air terjun lain. Masih di Desa Sendangsari, dibalik rimbunnya kebun dan rumpun bambu terdapat sebuah air terjun bertingkat yang lumayan lebih besar bernama Curug Banyunibo.

Tak jauh dari Jurang Pulosari, kami menyusuri jalan beton di tengah dusun menuju ke Dusun Kabrokan Kulon . Tak ada papan petunjuk di situ, hanya berbekal peta Google kami menyusuri jalan dusun hingga mendekati lokasi. Untuk meyakinkan si Google, dengan bantuan GPS akhirnya kami mengemukan si curug. Ya, salah satu alat navigasi termudah dan terpraktis saat ini terutama jika miskin sinyal, miskin daya baterai ponsel atau tidak percaya dengan peta Google adalah dengan GPS, alias Gunakan Penduduk Setempat 😀

Memasuki kawasan dusun menyusuri jalan yang semakin menurun, kami melihat sesosok curug di sebelah kiri kami yang bagai terselip diantara rerimbunan vegetasi di lembah Kabrokan Kulon. Pertama kali blusukan ke sini membuka pengetahuan baru jika Yogyakarta memiliki aneka potensi wisata yang belum sepenuhnya terekspos.

Tak ada retribusi masuk obyek wisata, hanya pungutan parkir sebesar Rp.2.000 di sebuah halaman rumah penduduk. Lokasi curug tak jauh dari parkiran. Setelah berjalan melewati kebun dan meyusuri aliran sungai, tak sampai 5 menit kami sudah sampai di bibir curug yang landai.

Berbeda dengan Jurang Pulosari dengan tebing yang cukup tegak, Banyunibo memiliki tebing yang landai namun berarus lebih deras. Suara gemericik pun terdengar lebih riuh daripada di Jurang Pulosari. Sebuah aliran sungai mengalir menyebar ke arah kiri dan kanan menuruni curug.

Suasana teduh dibalik rimbunnya pepohonan membuat tempat ini menjadi nyaman untuk piknik. Di seberang sungai di dekat curug terlihat ada gazebo yang pasti sangat bagus untuk menunjang wisata di Banyunibo.

Ada yang sedang ‘mendaki’ 😀

Di samping curug ada jalan setapak menanjak dan seutas tali yang diikat dari pohon ke pohon. Rupanya pejalan bisa ‘mendaki’ jalan setapak tersebut dan sampai di atas curug. Lumayan seru juga bisa naik ke atas curug dan menyusuri aliran sungai di atasnya.

Di kawasan atas curug utama terdapat beberapa curug kecil yang menjadi bagian dari aliran sungai tersebut. Musim hujan telah membuat air menjadi sedikit keruh namun berdebit lebih besar dan membuat suara gemericik menjadi semakin nyaring. Siang itu Dolanmaning sempat menyusuri ke bagian atas curug namun tak begitu jauh karena akses menjadi semakin susah.

Topografi sungai yang didominasi batu karst berwarna putih kecoklatan masih tampak alami, sama seperti batuan yang membentuk curug di Jurang Pulosari. Ini terlihat dari batuan di curug utama dan juga di sepanjang aliran sungai di atas curug.

Bagi kalian yang pandai berenang bisa nyemplung di kolam curug. Pengelola sudah memberi tanda petunjuk kedalaman air yang ada persis di bawah curug. Jika kalian datang bersama teman-teman atau keluarga, bisa juga bercengkrama di sekitar curug yang rindang.

Banyunibo dan kolamnya

Pesan dan kesan

Obyek wisata ini masih dalam fase pengembangan. Menurut ibu yang memarkiri motor kami, suami dan anak laki-lakinya yang merawat kawasan curug tersebut. Melihat lokasinya yang lumayan luas sebenarnya masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di sini. Hanya saja, publikasi dan marketing perlu diperhatikan agar curug ini semakin dikenal, terlebih lokasinya yang cenderung mblusuk.

 

Kami belum melihat adanya warung di sekitar situ, hanya warung kelontong di sekitar desa. Jadi jika kalian kemari, sebaiknya bisa dikondisikan dengan membawa bekal secukupnya.

Curug Banyunibo terletak di dusun Kabrokan Kulon, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi sudah ada di peta Google dan bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, ojol atau taksol.

Bersambung …

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: