Tips Fotografi Perjalanan ala Dolanmaning

Tips Fotografi Perjalanan ala Dolanmaning

Bagi kalian yang suka perjalanan, atau bahasa bulenya traveling, pasti tidak pernah lupa untuk mendokumentasikan perjalananmu dengan kamera, entah itu kamera ponsel, kamera saku, kamera aksi, atau DSLR dan mirrorless yang mahal sekalipun. Bagi Dolanmaning, fotografi perjalanan tak melulu harus memakai kamera mahal atau yang lagi ngetren dengan kamera aksi. Entah itu untuk foto panorama, manusia, alam, detil, makro dsb. Beberapa poin mengenai fotografi perjalanan ala Dolanmaning:

Tujuan fotografi perjalanan

Sudah pasti tujuannya adalah mendokumentasikan perjalanan, namun secara khusus bagian apa dari perjalanan yang perlu didokumentasikan. Beda orang beda pendapat, ada yang mementingkan foto pribadi alias untuk narsis, ada pula yang berburu obyek foto selain dirinya. Jenis yang kedua ini biasanya adalah para hobi fotografi, mereka melancong untuk berburu foto di destinasinya, entah itu foto budaya, manusia, alam, bangunan, atau apapun sesuai minat sang fotografer. Jika kalian termasuk dua golongan tersebut maka berikut beberapa tipsnya:

1. Persiapan kamera

Pada era digital seperti sekarang, perjalanan tak selalu memerlukan DSLR. Kamera ponsel pun memiliki kemampuan yang mumpuni untuk sekadar sebagai alat dokumentasi. Dolanmaning juga lebih sering menggunakan ponsel untuk memotret aneka obyek foto di sebuah destinasi. Berbekal ponsel bermerek Xia*mi yang tak mahal, hasil jepretan pun bisa dibilang oke. Kadang Dolanmaning juga menggunakan kamera saku merek Can*n dan kamera aksi merek Br*ca sebagai cadangan atau jika diperlukan untuk memfoto panorama atau merekam video perjalanan.

Namun jika kalian memang hobi fotografi dan perlu hasil foto dengan kombinasi bukaan diafragma dan speed tertentu, atau perlu blitz kuat untuk  melawan ‘back light’ otomatis DSLR menjadi kebutuhan kalian.

Sebelum melakukan perjalanan ada baiknya jika kalian mengecek memori ponsel atau kamera kalian. Ga lucu kan jika kalian kehabisan memori saat lagi traveling? Selain itu bawa baterai cadangan atau power bank.  Jika kalian gemar selfie, tentu saja jangan lupakan tongsis. Buat kalian yang hobi fotografi pasti sudah tahu apa saja yang harus dibawa, bisa tripod, filter, lensa standar, lensa fixed, lensa tele, blitz dan sebagainya (banyak bawaannya ya :p).

2. Riset lokasi via mbah Google

Sebelum berangkat ke destinasimu, kalian bisa iseng cari referensi foto di warung simbah Google. Kalian bisa melihat frame seperti apakah yang digemari oleh para pejalan dan kalian bisa improvisasi dari foto-foto yang sudah beredar. Sukur-sukur foto kalian lebih baik dari foto-foto itu.

3. Perhatikan cuaca (pencahayaan) di lokasi

Tak jarang foto-foto kita terbentur ‘back light‘ alias berhadapan dengan cahaya matahari/ lampu dan membuat foto jadi gelap. Sekadar saran untuk mensiasati back light adalah dengan mengatur sudut pengambilan foto (angle) agar tidak berhadapan dengan sang mentari. Jika kamera ponsel/ kamera saku kalian punya blitz maka bisa diaktifkan untuk mengisi ‘kegelapan’ di obyek foto. Namun demikian, kadang back light bisa memberi berkah foto siluet yang bagus, apalagi saat mentari terbenam. Itu tergantung insting dan improvisasi kalian dalam membidik obyek.

Back light sunset
Back light dan sunset

Mendung dan hujan bisa jadi hambatan dalam memfoto obyekmu. Sebenarnya kamera sekarang sudah otomatis menyesuaikan dengan pencahayaan, termasuk kamera ponsel. Namun jika terlalu gelap, maka bisa menggunakan blitz atau mode ‘low light‘. Hujan bisa jadi menarik untuk difoto, meskipun kalian harus hati-hati dengan kameramu agar tidak rusak karena air. Gunakan payung atau waterproof case jika memungkinkan.

Apun kondisinya, tidak ada foto yang tidak bagus karena dokumentasi perjalanan kita adalah kenang-kenangan dari sebuah destinasi. Namun persiapan yang baik bisa menjadikan foto kalian semakin oke.

4. Komposisi foto

Terkadang saat sampai di sebuah destinasi yang indah, tangan kita gatal untuk mengambil kamera dan langsung memotret apapun di depan mata kita. Meskipun banyak distorsi “obyek asing” semacam rumah, pohon, mobil, orang, warung, sampah dan sebagainya. Jangan langsung jepret, cari spot lain yang lebih fotojenik.

Ada baiknya kalian berjalan mendekat atau lihat kiri-kanan untuk mencari spot foto dan komposisi yang lebih baik dan relatif bersih dari gangguan “obyek asing”. Apa itu komposisi? Komposisi foto adalah tata letak benda di dalam obyek foto kalian yang dapat meningkatkan keindahan sebuah foto. Untuk jelasnya kalian bisa membaca tips komposisi foto di sini.

5. Mode panorama (landscape

Kamera ponsel dan kamera saku kebanyakan sudah dilengkapi dengan mode panorama untuk memotret dengan hasil foto lebar. Jika kalian sedang di pantai atau di gunung, tidak ada salahnya menggunakan mode panorama untuk menangkap obyek secara lebih lebar.

Foto panorama di pantai
Foto panorama di pantai

6. Foto detil

Detil dalam hal ini bisa diterjemahkan dari dekat, atau bahasa fotonya dibilang makro dan close up. Terkadang foto detil menjadi menarik karena karakteristik obyeknya yang unik. Namun foto detil biasanya jarang diperhatikan oleh kebanyakan pejalan yang tidak berhobi foto. Nah, mulai sekarang jika kalian belum mencoba foto detil, ada baiknya kalian mencobanya dan siapa tahu menarik. Kamera ponsel pun sudah mendukung foto detil secaman ini, apa lagi kamera saku atau DSLR dan mirrorless.

Detil foto dengan metode close up (credit: thejuicytrip.com)
Detil foto dengan metode close up (credit: thejuicytrip.com)

7. Jangan lewatkan momen

Terkadang foto menjadi menarik saat menangkap momen yang istimewa. Sebagai contoh adalah pelangi. Keindahan pelangi di tempat yang tepat bisa menjadi obyek foto yang luar biasa. Jadi kalian harus tanggap pada fenomena/ pemandangan sekitar agar mendapat momen yang tepat. Dolanmaning pun pernah mendapat momen saat terbang dari Jogja menuju pulau Jakarta dimana pesawat melintas tepat di atas gunung Sindoro dan Sumbing. Meski cuaca pagi agak berkabut, toh momen itu tidak biasa dan bagus di kamera-kan.

Pantai Drini Gunungkidul
Pantai Drini Gunungkidul

 

Momen yang tidak sering datang
Momen yang tidak sering datang

8. Manfaatkan teman

Traveling dengan teman tentu saja sangat menyenangkan dan selalu saja ada alasan untuk berfoto bersama. Nah, kalian juga bisa memanfaatkan teman perjalanan untuk membantu kalian menghasilkan foto yang bagus, misalnya jadi tukang foto (hehehe) atau bisa jadi obyek foto kalian.

9. Hati-hati 

Hati-hati tak hanya berkaitan dengan kemanan dan ketertiban kalian di destinasi, namun juga orang di sekitar kalian. Perhatikan sekitar jika ingin selfie, jangan merusak bunga dan properti orang atau jangan sampai terperosok ke jurang atau terpeleset.  Selain itu, jangan asal foto muka orang lokal, bisa-bisa mereka tidak berkenan karena tidak suka difoto. Ada baiknya minta ijin terlebih dahulu, dan jika diperbolehkan maka kalian bisa memotretnya. Sopan santun perlu dijaga di tempat asing.

Sekian tips ringan dari Dolanmaning untuk membantu kalian mempersiapkan foto perjalanan. Semoga bermanfaat dan selamat dolan maning!

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: