Browsed by
Tag: Kota Tua Jakarta

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 7: Pelabuhan Sunda Kelapa

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 7: Pelabuhan Sunda Kelapa

Akhirnya dolanmaning dan kawantrip sampai di pelabuhan Sunda Kelapa setelah melewati enam destinasi sejarah di kawasan kota tua, yaitu stasiun Beos, taman Fatahillah, jembatan Kota Intan, galangan VoC, menara Syahbandar dan museum Bahari.

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu idola dunia wisata di ibukota. Para wisatawan mancanegara pun banyak yang mengagendakan perjalanan mereka menuju ke pelabuhan bersejarah ini.

Read More Read More

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 6: Museum Bahari

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 6: Museum Bahari

Setelah menyambangi menara Syahbandar, kami menuju ke museum Bahari yang letaknya tak jauh dari menara. Suasana pasar dan jalanan berdebu menyambut langkah kaki di tengah terik mentari. Di depan rombongan dolanmaning ada tiga bule yang tampaknya juga menuju ke museum bahari. Bisa dibayangkan pengalaman luar biasa para wisatawan asing melihat keabsurdan kota Jakarta. Selain semrawut, macet dan kotor, turis-turis ini juga merasakan aroma aduhai sungai Ciliwung di dekat menara Syahbandar dan museum Bahari.

Read More Read More

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 5: Menara Syahbandar

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 5: Menara Syahbandar

Setelah melewati Galangan VoC pada perhentian keempat perjalanan Heritage Walk kami, dolanmaning dan kawantrip melanjutkan jalan kaki ke sebuah menara peninggalan belanda yang berlokasi tak jauh dari galangan. Dari jauh menara tersebut tampak dominan dan meski tua, ia masih tampak kokoh. Menara Syahbandar namanya.

Read More Read More

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 4: Galangan VoC

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 4: Galangan VoC

Melanjutkan perjalanan Heritage Walk Kota Tua Jakarta sebelumnya di Jembatan Kota Intan, kami melanjutkan jalan kaki ke sebuah gedung yang disebut Galangan VoC.

Read More Read More

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 3: Jembatan Kota Intan

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 3: Jembatan Kota Intan

Menyambung tulisan sebelumnya mengenai Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 2: Taman Fatahillah, dolanmaning dan kawantrip (kawan ngetrip) dari komunitas Anti-Maintrip melanjutkan jalan kaki menyusuri jalan Cengkeh di utara gedung Pos untuk menuju destinasi ketiga yaitu Jembatan Kota Intan.

Read More Read More

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 1: Stasiun Beos

Heritage Walk Kota Tua Jakarta #part 1: Stasiun Beos

Menikmati kota tua Jakarta tak harus melulu di sekitaran museum sejarah Jakarta atau yang sering dikenal sebagai kawasan taman Fatahillah. Kawasan ini sejatinya sangat luas dan menyimpan berbagai bangunan maupun artefak peninggalan pemerintah kolonial di masa lalu. Lalu apa yang bisa dilihat selain kompleks museum di sekitaran taman Fatahillah? Akhir pekan lalu, dolanmaning bersama komunitas Anti-maintrip menyusuri bagian utara kota tua dan menyambangi beberapa peninggalan belanda. Sebut saja heritage walk (biar terdengar keren :D) dengan start dari taman Fatahillah, kami berjalan kaki menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa dengan melewati beberapa tempat peninggalan sejarah. Inilah heritage walk kami.

Read More Read More

Melihat Jakarta Tempo Dulu di Kota Tua Jakarta

Melihat Jakarta Tempo Dulu di Kota Tua Jakarta

Pagi ini Dolanmaning berkesempatan menikmati suasana berbeda di Kota Tua. Begitulah sebutan yang disematkan oleh masyarakat Jakarta pada situs bersejarah yang dulu di sebut “Oud Batavia” atau “Batavia Lama” . Kota Tua Jakarta pagi ini mulai ramai, maklum karena hari Minggu. Para pedagang tampaknya sudah siap untuk menjajakan dagangannya kepada para wisatawan di pagi ini. Ada pedagang suvenir, makanan Betawi, kaca mata, minuman ringan, pelukis jalanan, jasa peramal hingga penjual monopod yang kondang disebut tongsis. Maklum sekarang sedang ada demam selfie 😀

Tampaknya Museum Sejarah Jakarta, atau yang juga dikenal sebagai Museum Fatahilah, sudah selesai direnovasi. Museum ini sebelumnya ditutup karena adanya renovasi besar-besaran. Resmi pada awal Maret 2015, museum ini kembali dibuka dengan wajah yang lebih segar meskipun tetap bergaya kuno seperti aslinya. Ubahan yang berarti adalah digantinya lantai kayu dengan kayu baru karena kayu lama sudah rapuh, selain itu dilakukan pergantian langit-langit yang juga dari kayu. Lantai batu yang telah ada seperti aslinya dipertahankan dan hanya dilapisi semacam pernis yang membuat langkah kaki terasa licin.

Read More Read More

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: