Tangkuban Perahu dan Kawahnya

Tangkuban Perahu dan Kawahnya

Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat, memiliki beragam destinasi wisata yang sangat layak untuk dikunjungi. Ada wisata belanja, wisata kuliner, wisata budaya hingga wisata alam. Kali ini akan kita bahas destinasi terkenal di bagian utara Bandung, yaitu Gunung Tangkuban Perahu.

Udara sejuk bercampur aroma belerang sangat menyengat pada siang itu saat Dolanmaning sampai di parkiran kawasan wisata Tangkuban Perahu. Kabut tipis menyelimuti puncak gunung namun tak menghalangi pemandangan sebuah kawah raksasa tepat di depan parkiran. Kawah ini bagai mangkuk raksasa dengan air kebiruan di dasarnya. Tampak di kejauhan, di balik kabut, barisan hutan hijau di perbukitan, sungguh pemandangan yang indah. Inilah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, yang terkenal karena legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi itu.

Kawah Ratu

Sepintas, nama gunung ini terdengar unik karena bentuknya yang mirip sebuah perahu telungkup di puncaknya dan konon bentuk ini adalah jelmaan perahu asli yang ditendang oleh Sangkuring karena marah dengan Dayang Sumbi, ibunya. Menurut beberapa referensi, ketinggian gunung ini adalah 2.084 meter diatas permukaan laut. Gunung ini adalah gunung aktif dan pernah meletus pada tahun 1910 yang meninggalkan kawah-kawah pasca letusan. Terakhir kali, gunung ini bererupsi pada tahun 2006.

Kawah Ratu dilihat dari atas

Sebenarnya atraksi utama di kawasan ini bukan ‘gunung’nya, melainkah beberapa kawah yang tersebar di kawasan gunung Tangkuban Perahu. Kawah yang dapat bro-sist kunjungi di sini antara lain adalah Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Pangguyangan Badak. Dari deretan kawah-kawah tersebut, kawah Ratu, Upas, dan Domas adalah kawah yang sering disambangi oleh para wisatawan. Sesuai dengan namanya, kawah Ratu adalah kawah yang terbesar di sini, letaknya bersebelahan dengan kawah Upas yang lebih kecil. Sedangkan Domas berada agak jauh dari dua kawah ini, namun masih nyaman untuk dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Nama kawah ‘Ratu’ sendiri baru Dolanmaning sadari ternyata sama dengan nama kawah di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sana ada juga ada suatu kawah juga memiliki nama Ratu. Tulisan mengenai kawah Ratu di Halimun Salak pernah Dolanmaning tulis sebelumnya (di sini).

Di kawasan wisata Tangkuban Perahu juga banyak dijumpai pedagang berbagai kerajinan khas dari kayu, seni rajutan benang, dan tak lupa suvenir khas tanah Pasundan, angklung. Selain itu, banyak juga penjual jagung bakar.

Angklung dan Jagung Bakar

Tangkuban Perahu sangat mudah untuk diakses dengan kendaraan, baik bus umum maupun kendaraan pribadi. Begitu sampai di parkiran, wisatawan akan langsung disuguhi pemandangan kawah Ratu. Karena akses yang mudah dan tak jauh dari Bandung, sekitar 30 km utara Bandung, maka tempat ini akan penuh dengan pelancong pada hari libur.

Jika bro-sist ke Bandung, jangan lupa menyambangi tempat ini.

Selamat Dolanmaning!

 

Photo credit: juicytrip

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: