Browsed by
Author: masbro

Pantai Watu Lumbung, tempat sang ‘naga’ tidur

Pantai Watu Lumbung, tempat sang ‘naga’ tidur

Musim hujan telah memberi warna lain pada bumi Handayani yang selama ini terlihat gersang kala kemarau. November dan hujan telah ‘menghijaukan’ pegunungan Sewu yang membentang di sisi selatan pulau Jawa. Ya, pegunungan Sewu adalah nama perbukitan di pesisir selatan yang membentang dari kabupaten Gunungkidul, Wonogiri hingga Pacitan. Hijaunya Gunungkidul Handayani kali ini memberi warna lain pada perjalan Dolanmaning ke sebuah pantai yang lumayan tersembunyi namun tidak susah digapai. Kontur pantainya yang unik ditambah panorama alam yang aduhai membuat siapa saja akan terpesona melihat pantai ini. Adalah pantai Watu Lumbung di desa Balong, Girisubo, Gunungkidul, dengan sedikit pasir namun memiliki tengara (landmark) yang luar biasa.

Read More Read More

Breaking news: Museum Bahari Kebakaran

Breaking news: Museum Bahari Kebakaran

Museum Bahari Kebakaran. Salah satu museum kebanggan kita dan salah satu bangunan tertua di Jakarta, Museum Bahari, telah terbakar pagi ini, 16 Januari 2018. Menurut akun twitter DPKP, kebakaran terjadi pada jam 09.05 WIB, setidaknya ada sebelas mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan si jago merah di kawasan Jakarta Utara tersebut. Update terakhir dari twitter Elshinta, pemadam telah menambah armada menjadi 20 unit mobil! Semoga saja cepat dikendalikan dan aneka koleksi berharga bisa diselamatkan.

Update terakhir per 12.15 WIB, api berhasil dipadamkan.

Seperti diberitakan oleh Kompas, api melalap gedung C di komplek museum yang baru selesai renovasi pada November tahun lalu. Gedung C sendiri menyimpan aneka macam miniatur kapal tradisional dan aneka contoh peralatan navigasi. Penyebab kebakaran belum diketahui.

Display museum bahari

Pada jaman pemerintah kolonial belanda, bangunan ini digunakan untuk gudang muatan rempah-rempah dan komoditi VoC lainnya sebelum diangkut ke eropa. Komplek pergudangan VoC ini dibagi menjadi dua bagian yaitu pergudangan barat dan pergudangan timur dan menurut beberapa referensi, gudang ini dibangun pada kurun 1625 – 1771.

Suasana di halaman dalam museum (saat hari biasa)

Informasi tentang museum bahari bisa dibaca di sini.

 

Sumber foto utama: twitter DPKP

Curug Siluwok, yang tersembunyi di Kulon Progo

Curug Siluwok, yang tersembunyi di Kulon Progo

Sering melancong ke Jogja tapi pengen dolan ke tempat baru dan tak melulu ke destinasi mainstream? Bagi kalian pecinta destinasi alam, kalian harus melirik sisi lain Kabupaten Kulon Progo Binangun yang selama ini kondang dengan Kalibirunya. Kabupaten yang berada di perbukitan Menoreh ini sejatinya memiliki aneka destinasi alami yang akan memanjakan mata. Kehebohan Kalibiru mungkin telah mengubur pesona destinasi-destinasi lain di kabupaten dan luput dari liputan media-media mainstream. Salah satu destinasi cantik yang sayang untuk dilewatkan adalah air terjun alami bernama Curug Siluwok yang seperti tersembunyi di balik perbukitan Menoreh.

Read More Read More

Curug Sidoharjo, curugnya Kulon Progo

Curug Sidoharjo, curugnya Kulon Progo

Menikmati wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta tak hanya melulu ke Kalibiru, Breksi, Mangunan, atau pantai di Gunungkidul Handayani, di bagian lain provinsi ini pun memiliki pesona alam yang juga indah dan sayang untuk dilewatkan. Di bagian barat DIY, tepatnya di kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo Binangun, terdapat aneka curug musiman yang cukup indah di musim hujan. Salah satunya adalah Curug Sidoharjo dan Curug Siluwok. Musim hujan yang sudah mengguyur Kulon Progo membuat kedua curug ini semakin apik karena debit air yang cukup deras. Dibandingkan dengan kemarau, dua curug ini bisa kering kerontang tak berair. Dolanmaning akan membahas curug Sidoharjo dahulu dengan ketinggian lebih dari 80 meter dan menjadikan curug ini yang tertinggi di Kulon Progo.

Read More Read More

Makan, bayarnya pakai uang kayu

Makan, bayarnya pakai uang kayu

Makan di food court mall mungkin sudah menjadi hal lazim bagi kalian semua terutama kalian yang berdomisili di kota mall seperti Yogyakarta dan Sleman di DIY. Untuk makan, kalian mungkin harus membeli ‘kartu’ dan diisi deposit untuk bertransaksi di lapak-lapak makanan yang ada di kawasan food court tersebut. Tahukah kalian jika di kabupaten Bantul yang sepertinya tidak memiliki mall tapi sungguh luar biasa memiliki ‘food court’ tradisional yang bertema kembali ke alam dan tradisi. Tak mengherankan jika menu yang disajikan semuanya menu jadul dan tradisional. Lebih unik lagi dan mungkin tak ada duanya, adalah penggunaan uang kayu sebagai media pembayaran para pengunjung di warung-warung makan dalam kawasan ‘food court’ tersebut. Adalah Pasar Semi Kakilangit di kawasan Mangunan, Dlingo, Bantul dimana kamu bisa makan, bayarnya pakai uang kayu.

Read More Read More

Air Terjun Grenjengan Kembar, Pesona di Lereng Merbabu

Air Terjun Grenjengan Kembar, Pesona di Lereng Merbabu

Siapa yang menyangka jika kawasan Taman Nasional Lereng Gunung Merbabu (Jawa Tengah) memiliki ‘hidden beauty’ berupa air terjun. Meski kawasan Magelang memiliki aneka koleksi air terjun yang indah, yang satu ini tak kalah indah dan unik. Adalah air terjun Grenjengan Kembar yang terletak di dusun Citran, desa Muneng Warangan, kecamatan Pakis, Magelang, yang menyajikan pesona air terjun kembar, sesuai namanya, dibalik rimbunnya hutan pinus di lereng gunung Merbabu. Udara sejuk dan alaminya air terjun menjadi kesatuan yang istimewa dan siap membius siapa saja yang mengunjunginya. Meski tak setinggi air terjun Kedung Kayang di dekat Ketep Pass, Grenjengan Kembar tetap saja bagus dengan cirikhasnya sendiri, dua air terjun yang saling bersebelahan di satu tempat, dan lebih unik lagi salah satu air terjun memiliki aliran yang terbelah dan membuatnya memiliki dua air terjun dalam satu aliran.

Read More Read More

Ayo Liburan Akhir Tahun ke Yogyakarta dengan Nam Air

Ayo Liburan Akhir Tahun ke Yogyakarta dengan Nam Air

Pernah dijuluki sebagai salah satu kota pelajar dan menjadi kota yang memiliki semangat pluralisme menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang dikenal istimewa. Hal yang sama juga terjadi pada tempat-tempat wisatanya yang kaya sejarah dan memiliki pesona yang luar biasa. Tidak heran beberapa maskapai penerbangan seperti pesawat Nam Air, hingga Batik Air membuka rute penerbangnya ke kota Gudeg ini.

Kemudahan transportasi memacu pertumbuhan kunjungan wisatawan di kota Yogyakarta. Apalagi suasana kota ini berbeda dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. Suasana kota Yogyakarta jauh lebih santai, harga untuk membeli berbagai macam kebutuhan pun jauh lebih murah, dan membuat Yogyakarta menjadi salah satu kota besar yang akan paling sering dituju oleh wisatawan pada momen Holiday Season, khususnya di liburan akhir tahun 2017 ini.

Read More Read More

Pantai Ngunggah, yang mempesona di barat Gunungkidul

Pantai Ngunggah, yang mempesona di barat Gunungkidul

Berbicara masalah perpantaian di Gunungkidul, sudah pasti hanya pantai itu-itu saja yang trending. Sebutlah pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Drini, Pok Tunggal, Nglambor, Wediombo, atau yang ngehits pantai Pulang Syawal yang kini diklaim menjadi pantai Indrayanti. Namun dibalik hiruk pikuk pantai-pantai tersebut, kecamatan Panggang, yang juga jauh dari area pantai mainstream, ternyata memiliki “permata tersembunyi” di desa Giriwungu. Adalah pantai Ngunggah, sebuah pantai yang sangat tersembunyi dan terpencil hingga orang tak banyak tahu, kecuali kalian yang suka blusukan. Lupakanlah es kelapa muda atau payung warna-warni di tepi pantai, karena di pantai Ngunggah tak ada apapun kecuali pasir dan bebatuan. Tak ada pula semenit berjalan dari parkiran ke pantai karena kalian harus trekking menuruni bukit bersemak belukar sepanjang kurang lebih 300 meter menuju pantai. Namun jerih payah kalian akan terbayar dengan keindahan dan kealamian pantai Ngunggah, yang tersembunyi di kecamatan Panggang.

Read More Read More

Menikmati Merapi di Bukit Klangon

Menikmati Merapi di Bukit Klangon

Tak terasa sudah 7 tahun waktu ini berjalan. Waktu itu kau bagai murka dan meluluhlantakkan halaman rumahmu sendiri. Siapapun tak akan menyangka jika kau pun akhirnya membuang murkamu di halaman rumahmu. Aku masih teringat kata-kata simbah waktu itu, “paribasane, ora mungkin to kowe ngguwang uwuh neng latarmu dewe?” Ya, kata-kata itu diucapkan oleh almarhum mbah Maridjan yang dulu menjabat sebagai juru kunci gunung Merapi dan bertempat tinggal di kampung Kinahrejo, dusun Pelemsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, sebagai gambaran jika Merapi tak akan membuan sampah di halaman rumahnya sendiri [arah selatan, tepatnya ke Cangkringan]. Namun siapa nyana, 2010 Merapi pun merenggut nyawanya. Tak ada yang percaya… alam sungguh murka. Puluhan orang meninggal dan kehilangan tempat tinggal, suatu yang sudah lama tak terjadi sebesar itu[i]. Kini setelah tujuh tahun, aku melihatmu di sebuah pagi yang cerah, dan kau masih begitu anggun, sama seperti dulu saat aku melihatmu pertama kali. Beberapa erupsimu sudah kurasakan, dan tak mengurangi kekagumanku padamu, wahai Merapi. Kata orang, kau tak pernah ingkar janji karena kau punya periode siklus erupsi yang sudah dicatat para akademisi. Aku bersyukur masih bisa melihat keelokanmu pagi itu dari Bukit Klangon, engkau Merapi yang tak pernah ingkar janji.

Read More Read More

Pantai Dadap Ayam, yang terselip dibalik Pantai Ngobaran

Pantai Dadap Ayam, yang terselip dibalik Pantai Ngobaran

Berbicara masalah pantai di bagian pesisir barat Gunungkidul mungkin kalian akan menyebut trio eNg alias Ngobaran, Nguyahan dan Ngrenehan. Tapi tahukan kalian jika di balik ketenaran trio eNg tersebut ternyata terselip pantai-pantai indah yang cenderung tak tersentuh oleh wisatawan mainstream. Di timur Ngrenehan misalnya, ada pantai Torohudan, Ngrawah, Widodaren dan Peyuyon. Pun demikian dengan pantai Ngobaran yang memiliki ‘tetangga’ yang tak kalah menarik bernama pantai Dadap Ayam. Meski tak besar, pantai Dadap Ayam memiliki keunikan tersendiri dan cocok digunakan untuk bersatai, sekadar menyepi dari kerumunan di Ngobaran.

Read More Read More

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: